Ketika Tantrum Melanda

Sebelum tidur boleh ya cerita sedikit tentang apa yang terjadi sama Aqila beberapa hari yang lalu, pagi itu Aqila bangun jam lima padahal biasa bangun jam tujuh. Awalnya sih nggak ada masalah. Mau main sendiri dan ikut Mama beberes rumah. Hanya saja pagi itu dia cuman minum jus. Roti bakar keju yang udah Mama siapin gak di towel sama sekali. Ya udahlah ya Mama kasih toleransi, mungkin doi udah kenyang dengan harapan siangnya makannya lahap.
image

Tapi ternyata harapan tidak seindah kenyataan 😥. Sebelum jam makan siang, doi nyusul Mama di dapur dan ngerengek minta mimik susu. Mama bilang,”Makan siang dulu baru mimik susu.”

Anaknya ga mau dia malah nangis sambil teriak, “Nggak mau!!!!!” kencang sekali. Sempet kaget sih denger teriakannya dia yang bikin telinga Mama sakit. Mama coba menenangkan Aqila sambil gendong dia ke meja makan, ” Jangan teriak-teriak dong nduk!”
Meskipun udah di larang tetep aja nangisnya pake TERIAK.

“Mama masak enak lho. Lihat dulu deh ada ikan sama sop.” Mama ajak dia ke meja makan, ambilin makananya, lalu mendudukkannya di kursi makan dalam kondisi si anak masih meronta-ronta minta susu.

Dannn apa yang terjadi saodara-saodara? Aqila melempar piringnya ke lantai. Spontan, Mama pun langsung ikutan teriak dan marah-marahin si anak. Walaupun udahannya Mama merasa bersalah banget. Nyesel pake banget karena udah kalah sama diri sendiri untuk ga teriak ataupun marah ke anak sendiri. Hasilnya? Bisa di prediksi si anak malah nangis kenceng dan semakin susah untuk di kendalikan.

Di situlah Mama baru ngeh kalau ini thu Tantrum yang seringkali Mama dengar dari majalah-majalah parenting mauoun situs parenting itu. Oke…Mama harus tenang dalam menghadapinya dan jangan sampai terbawa emosi.

Mama putuskan untuk menjauh dan membiarkan dia untuk menenangkan dirinya sendiri. Alhamdullilah tak lama kemudian Mama lihat dia sudah mulai tenang, meskipun belum berhenti nangis tapi kayaknya sudah bisa di ajak bicara.

Mama deketin dia, Mama peluk dia, mama coba bernegosiasi lagi dengannya.
“Aqila mau apa?”
“Susu.”
Aturan tetep aturan. Mama gak mau nurutin maunya anak gitu saja.
“Aqila laper?kalau laper makan bukan mimik susu. Nanti setelah makan baru boleh mimik susu”
Anaknya masih sibuk nangis sambil ngerengek minta susu.
Mama juga ga mau kalah dan tetep ngebujuk dia.
“Mama masak ikan sama sop kesukaan Aqila lho?”

“Hmmm…sedap.” sambil pura-pura makan di depan anaknya.

“Aqila mau?”

“Iya, mau. ” langsung deh berhenti nangisnya dan mangap lebar banget. 😘😜😍 ya ampyun gitu kok musti pake drama dulu sich dhek. Antara kesel, seneng, dan pengen ketawa aja liat dia makan sambil misek-misek (terisak) :mrgreen::mrgreen:
Ada -ada saja ya ulah anak ketika Tantrum melanda.

Btw Tantrum apaan sich? Pasti buibu udah sering denger khan? Gitu Saya masih aja nekat untuk ngebahasnya di sini 😁. Gak apa-apa dong ya barangkali ada buibu yang belum tahu.

Menurut versi wikipedia, Tantrum is an emotional outburst, usually associated with children or those in emotionak distress, that is typically characterized by stubbornness, crying, screaming, yelling, shrieking, defiance, angry ranting, a resistance to attemots at pacification and in some cases, violence.

Jadi semacam luapan emosi pada anak-anak yang biasa di tunjukkan dengan menjerit, menendang, memukul, atau bahkan ada juga yang menyakiti dirinya sendiri.

Umumya Tantrum terjadi ketika si anak merasa tidak nyaman, ngantuk, laper, bertemu dengan orang asing, dan bisa juga karena si anak merasa kecewa ketika keinginannya tak terpenuhi. Well, akhirnya saya pun mengerti kenapa hari itu tiba-tiba Aqila Tantrum. Doi ngantuk di tambah laper pula, sementara anak seumuran Aqila gitu belum pandai untuk menyampaikan keinginannya. Hohoho…

Nah terus gimana caranya menghadapi Tantrum itu sendiri? SABAR…(Iyax…sabar Mak sabar). Didiemin aja gitu. Kasih waktu ke anak untuk melepaskan emosinya. Jadi peran orangntua di sini ya hanya mendampingi saja, memeluk (jika dibuhkan). Enggak ikut-ikutan marah, yang ada nanti malah tambah kenceng nangisnya.

Duh pelajaran berharga nih buat Mama, untuk terus belajar nahan emosi dan ga teriak. Itu susah deh kayaknya mak, udah dari sono nya gitu jadi susyah mau merubah tapi bukan berarti ga bisa dong ya…semangat belajar ga teriak mulai dari sekarang.

Source: dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s